Pengaruh Proses Vermicomposting pada Proses Daur Ulang Sampah Organik Terhadap Kualitas Kompos
abstrak: Pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah sesuai jenisnya sebenarnya sudah berjalan dengan baik, namun kurangnya pe ngetahuan masyarakat akan pengolahan sampah organik menjadikan pengelolaan sampah ini tidak berjalan efektif sehingga banyak terjadi penumpukan sampah organik. Sampah organik dapat di olah menjadi pupuk dengan menggunakan proses fermentasi. Pupuk oraganik yang dibuat dengan menggunakan proses fermentasi disebut Kompos. Pembuatan kompos dengan cara konvensional membutuhkan waktu lama sehingga kurang efektif untuk mengatasi masalah penumpukan sampah organik. Oleh karena itu perlu dicari cara atau metode pengomposan yang lain yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Vermicomposting berasal dari bahasa Inggris vermes (cacing) dan composting (pengkomposan). Tujuan Penelitian: ini adalah mengetahui proses vermicomposting pada proses daur ulang sampah terhadap kualitas kompos. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dianalisis dengan uji T test, Hasil: dari penimbangan cacing rata-rata pertambahan berat cacing 72,400 dan nilai p = 0,002, sehingga p = 0,002<0,05 artinya ada perbedaan berat cacing sebelum dan sesudah dimasukkan ke dalam sampah organik. Sedangkan C/N kompos adalah rata-rata 7,21. Kesimpulan: Kualitas kompos dengan proses vermicomposting pada proses daur ulang sampah organik dilihat dari kandungan N/C rata-rata adalah 8,2 dan terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah pelepasan cacing dengan proses vermicomposting pada proses daur ulang sampah organik dilihat dari pertambahan berat cacing tanah. Kata Kunci: vermikomposting, sampah organik, daur ulang sampah
Info Jurnal
Penulis:Teuku Asrin
Judul:Pengaruh Proses Vermicomposting pada Proses Daur Ulang Sampah Organik Terhadap Kualitas Kompos
KategoriKesehatan Ilmiah
VolumeVol. 11. No. 1
Tahun2018-04-01